Yaitu keterlambatan atau hendaya secara umum pada perkembangan intelektual dan kemampuan-kemampuan adaptif.
Perlu dilakukan assessment pada dua bidang :
Fungsi intelegensi. Kemampuan yang berkaitan dengan kinerja akademis. Tes IQ : WISC atau Binet.
Fungsi Keterampilan Adaptif. Kemampuan yang berkaitan dengan bagaimana seseorang melakukan “coping” dengan lingkungannya.
Senin, 07 Juni 2010
Definisi Retardasi Mental
Diposting oleh Restu Aska di 3:19:00 PM 0 komentar
Terapi yang digunakan dalam Autis
Terapi Medikamentosa. Terapi dengan obat-obatan yang bertujuan untuk memperbaiki komunikasi, respon terhadap lingkungan, menghilangkan perilaku aneh serta diulang-ulang.
Terapi Perilaku. Bertujuan untuk mengurangi perilaku yang tidak wajar dan menggantikan dengan perilaku yang dapat diterima dimasyarakat.
Terapi Okupasi. Bertujuan untuk membantu anak autis yang mempunyai perkembangan motorik kurang, baik motorik halus maupun kasar. Terapi okupasi akan menguatkan, memperbaiki koordinasi dan keterampilan otot halus.
Terapi Wicara. Bertujuan untuk memperbaiki kemampuan bicara anak autis.
Terapi Biomedis. Bertujuan memperbaiki metabolisme tubuh, melalui diet dan pemberian suplemen.
Diposting oleh Restu Aska di 3:18:00 PM 0 komentar
Sejarah Autis
Henry Maudsley tahun 1867 adalah dokter prikiatrik pertama yang memberikan perhatian serius terhadap anak-anak yang sangat kecil dengan gangguan mental yang parah yang berupa penyimpangan, ketrlambatan dan distorsi yang jelas pada proses perkembangannya. Awalnya semua itu dianggap sebagai psikosis.
Lalu Leo Kanner tahun 1943, menulis “Autistic Disturbance of Affective Contact”, menyebutkan istilah “autisme infantile” dan memberikan sumbangan yang jelas dan menyeluruh untuk sindroma masa anak-anak awal.
Ia menggambarkan anak-anak yang menunjukkan kesepian autistik yang ekstrim, ggal untuk menerima sikap antisipasi, perkembangan bahasa yang terlambat atau menyimpang dengan ekolalia dan pemakaian kata sebutan yang terbalik, pengulangan monoton bunyi atau ungkapan verbal, daya ingat jauh yang sangat baik, keterbatsan rentang dalam berbagai aktivitas spontan, stereotipik dan manerisme, keinginan yang obsesif untuk mempertahankan kesamaan dan rasa takut akan perubahan, kontak mata yang buruk, dan hubungan yang abnormal dengan orang dan lebih menyukai gambar dan benda mati.
Ia juga mencurigai sindroma tersebut lebih sering terjadi dibandingkan kelihatannya dan menyatakan bahwa beberapa anak telah keliru diklasifikasikan sebagai retardasi mental atau skizofrenik.
Kaplan & Sadock. (1997). Sinopsis Psikiatri. Jilid 2. Binarupa Aksara : Jakarta.
Diposting oleh Restu Aska di 3:16:00 PM 0 komentar
Kriteria Diagnostik Gangguan Autistik
1. Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial.
Gangguan jelas dalam perilaku non verbal multiple seperti tatapan mata, ekspresi wajah, postur tubuh, dan gerak gerik untukmengatur interaksi sosial
Gagal untuk mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sesuai menurut tingkat perkembangan
Tidak adanya keinginan spontan untuk berbagi kesenangan, minat
Tidak adanya timbale balik sosial atau emosional
2. Gangguan kualitatif dalam komunikasi.
Keterlambatan dalam perkembangan bahasa ucapan
Pada individu dengan bicara yang adekuat
Pemakaian bahasa secara stereotipik atau berulang
Tidak adanya berbagai permainan khayalan atau permainan pura-pura sosial
3. Pola perilaku, minat dan aktivitas yang terbatas, berulang dan stereotipik.
Preokupasi dengan satu atau lebih pola minat yang stereotipik dan terbatas
Ketaatan yang tampaknya tidak fleksibel terhadap rutinitas
4. Interaksi sosial, bahasa yang digunakan dalam komunikasi sosial dan permainan simbolik atau imaginative
Kaplan & Sadock. (1997). Sinopsis Psikiatri. Jilid 2. Binarupa Aksara : Jakarta.
Diposting oleh Restu Aska di 3:15:00 PM 0 komentar
Karakteristik gangguan autistik
1. Karakteristik Fisik.
Penampilan. Antara usia 2-7 tahun, mereka juga cenderung lebih pendek dibandingkan populasi normal.
Tangan dominan. Banyak anak autistic yang mengalami kegagalan lateralisasi, yaitu mereka tetap ambidekstrosus pada suatu usia saat dominansi serebral ditegakkan anak normal.
Penyakit Fisik Penyerta. Anak-anak gangguan autistik yang muda memiliki insidensi yang agak tinggi mengalami infeksi saluran pernafasan bagian atas, bersendawa yang berlebihan, kejang demam, konstipasi, dan gerakan usus yang kendur dibandingkan kontrol.
2. Karakteristik perilaku.
Gangguan Kualitatif pada interaksi sosial. Semua anak autistik gagal menunjukkan keakraban yang lazimnya terhadap orang tua mereka dan orang lain.
Gangguan Komunikasi dan Bahasa. Defisit dan penyimpangan yang jelas dalam perkembangan bahasa adalah salah satu kriteria utama untuk mendiagnosis ganguan autistik. Anak-anak autistic tidak hanya enggan untuk bicara, dan bukan karena tidak adanya motivasi.
Perilaku Stereotipik. Seringkali memutar, membanting, dan membariskan benda-benda dan menjadi terlekat pada benda mati. Terutama mereka dengan intelektual yang terganggu menunjukkan berbagai kelainan gerakan. Stereotipik, manerisme, dan seringai adalah paling sering terlihat jika anak ditinggalkan sendiri dan dapat menurun pada situasi yang terstruktur. Anak autistik tahan terhadap transisi dan perubahan.
Kestabilan Mood dan Afek. Perubahan emosi yang tiba-tiba, dengan ledakan tertawa atau tangisan tanpa terlihat alasan dan tidak mengkespresikan pikiran yang sesuai dengan afek.
Respon terhadap Stimuli Sensorik. Responsif secara berlebihan atau kurang responsif terhadap stimuli sensorik. Mereka mungkin secara selektif mengabaikan ucapan yang diarahkan kepadanya, dan sehingga sering mereka disangka tuli. Tetapi mungkin mereka menunjukkan minat yang tidak lazim terhadap bunyi detak jam tangan.
Kaplan & Sadock. (1997). Sinopsis Psikiatri. Jilid 2. Binarupa Aksara : Jakarta.
Diposting oleh Restu Aska di 3:13:00 PM 0 komentar
Definisi gangguan autistik
Definisi gangguan autistik
Yaitu merupakan gangguan yang juga terkenal, ditandai oleh gangguan yang berlarut-larut pada interaksi sosial timbal balik, penyimpangan komunikasi, dan pola perilaku yang terbatasdan stereotipik. Fungsi abnormal pada bidang di atas harus ditemukan pada anak usia 3 tahun. Lebih dari duapertiga orang dengan gangguan autistik memiliki retardasi mental, tetapi hal tersebut tidak diperlukan untuk diagnostik.
Kaplan & Sadock. (1997). Sinopsis Psikiatri. Jilid 2. Binarupa Aksara : Jakarta.
Diposting oleh Restu Aska di 3:11:00 PM 0 komentar
Sejarah Gangguan Defisit Atensi/Hiperkativitas
Gangguan ini telah ditemukan dalam literature selama bertahun-tahun dengan berbagai istilah. Pada awal tahun 1990-an, anak yang impulsive, terdisinhibisi, dan hiperaktif –banyak yang diantaranya memiliki cedera neurologis yang disebabkan oleh ensefalitis—dikelompokkan di bawah label “sindroma hiperaktif”.
Di tahun 1960-an suatu kelompok heterogen anak-anak dengan koordinasi buruk, ketidakmampuan belajar, dan labilitas emosional tetapi tanpa cedera neorologis spesifikdigambarkan sebagai menderita cedera otak minimal. Sejak saat itu hipotesis lain telah diajukan untuk menjelaskan asal gangguan, seperti kondisi dengan genetic yang mencerminkan tingkat kesadaran yang abnormal dan kemampuan yang buruk untuk memodulasi emosi. Teori tersebut pada awalnya didukung oleh pengamatan bahwa medikasi stimulant membantu menghasilkan atensi yang bertahan dan memperbaiki kemampuan anak untuk memusatkan perhatian pada tugas yang diberikan.
Sekarang ini, tidak ada fakor tunggal yang idanggap menyebabkan gangguan, walaupun banyak variable lingkungan dapat menyebabkan dan banyak gambaran klinis yang dapat diramalkan adalah berhubungan dengannya.
sumber : kaplan & sadock. (1997). sinopsis psikiatri. jilid 2. Binarupa Aksara: Jakarta.
Diposting oleh Restu Aska di 3:07:00 PM 0 komentar